Selamat datang di blog saya. Kali
ini saya membuat artikel tentang Bagaimana cara Menanggapi Dampak Globalisasi
di Indonesia pada bidang Sosial Budaya. Sebelumnya saya akan menjelaskan
sedikit tentang Globalisasi. Apa itu Globalisasi? Globalisasi adalah suatu
fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat
global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Globalisasi
menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai
tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya
memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
Globalisasi sendiri merupakan
sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu
populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai
istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh
dunia. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada
penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia,
yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi
tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi
modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif
dengan lebih baik secara budaya.
Globalisasi adalah suatu kata
yang mungkin paling banyak dibicarakan orang dalam waktu lima tahun terakhir
ini dengan pemaknaan yang beragam. Namun, apa yang dipahami sebagai istilah
globalisasi akhirnya membawa kesadaran bagi semua lapisan masyarakat yang
saling terkait dan tidak bisa dipisahkan begitu saja. Dunia dipandang sebagai
satu kesatuan dimana semua manusia di muka bumi ini terhubung satu sama lain.
Pada dasarnya,
arus globalisasi berlangsung dengan sangat cepat dan melanda semua negara di
dunia dalam waktu dan periode yang bersamaan. Globalisasi sendiri bersifat
multidimensional, dengan proses kompleks yang mempengaruhi intelektual,
emosional, sosial, politik, ekonomi, dan dimensi budaya di seluruh dunia.
Kecenderungannya di bidang ekonomi, komunikasi berteknologi tinggi, kegiatan
sosial, politik serta kemanusiaan yang menjadi semakin bertambah dalam kancah
internasional baik dalam jangkauan maupun peran (Muhi, 2011). Karena
globalisasi mencakup semua segi kehidupan manusia maka dampaknya juga dirasakan
oleh semua orang. Sebuah peristiwa kebanyakan akan membawa dampak positif
maupun negatif. Seperti halnya peristiwa-peristiwa pada umumnya, globalisasi
juga membawa dampak positif dan negatif.
Dampak Positif dan Negatif Globalisasi
Dampak Positif :
· Meningkatkan
etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa
kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainnya.
Dampak Negatif :
·
Semakin
mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media
televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
·
Semakin
lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan
sosial.
Sebenarnya, kita tidak perlu khawatir dalam menghadapi
globalisasi karena dampak globalisasi yang tidak diinginkan dapat dicegah dan
diatasi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak negatif
globalisasi adalah bersikap waspada dan selektif terhadap segala macam arus
globalisasi tersebut. Sikap selektif dapat diartikan sebagai sikap untuk
memiliki dan menentukan alternatif yang terbaik bagi kehidupan diri, lingkungan
masyarakat, bangsa, dan negara melalui proses yang berhati-hati, rasional, dan
normatif terhadap segala macam pengaruh luar sehingga apa yang telah menjadi
pilihan dapat diterima oleh semua pihak dengan penuh tanggung jawab.
Untuk mengatasi globalisasi juga dapat dilakukan dengan
menumbuhkan kembali rasa nasionalisme bangsa agar masyarakat dapat mencintai
negaranya. Langkah-langkah dapat dilakukan antara lain yaitu:
·
Menumbuhkan semangat
nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
·
Menanamkan dan
mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
·
Menanamkan dan
melaksanakan ajaran agama.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar