Rabu, 14 Januari 2015

Dampak, Penyebab dan Pembenahan dari terjadinya pelanggaran izin penerbangan

Hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 masih menyisakan banyak pertanyaan dibenak kita. Terutama bagi keluarga korban yang telah kehilangan sanak saudara. Tidak hanya itu, terjadinya kecelakaan untuk yang kesekian kalinya ini, membuat pandangan masyarakat luas bahwa semakin buruknya layanan transportasi yang ada di Indonesia.

Terjadinya kecelakaan pesawat tidak hanya dipengaruhi oleh faktor tunggal. Kecelakaan pesawat bisa terjadi karena error sistem dari pesawat itu sendiri, human error, sabotase dan sebagainya. Informasi tebaru tentang penyebab terjadinya kecelakaan pesawat AirAsia adalah karena kelalaian maskapai penerbangan AirAsia terhadap izin penerbangan. 
Bukan hanya AirAsia yang melakukan pelanggaran terhadap izin penerbangan. Beberapa maskapai yang ada di Indonesia mendapatkan sanksi pembekuan sampai dengan pencabutan izin terbang rute yang telah dilanggar dengan pelanggaran yang dilakukan lebih dari 60 hari penerbangan.
Kasus AirAsia QZ8501 menjadi bukti bahwa dunia penerbangan dapat menjadi ’’area’’ pelanggaran serius HAM. AirAsia QZ8501 membuka mata masyarakat dan elemen negara yang menyukai kejujuran dan kebenaran bahwa terdapat praktik kriminalitas khusus yang dilakukan birokrasi dan korporasi penerbangan.
Pasalnya, akibat pelanggaran atau ’’kejahatan birokrasi’’ di ranah penerbangan tersebut, konsumen dirugikan –tingkat kerugiannya tergolong berat. Korban nyawa secara masal dapat terjadi akibat kesemrawutan lalu lintas udara yang berakar dari kriminogen dengan bobobroknya birokrasi penerbangan.

BEBERAPA DAMPAK YANG DITIMBULKAN AKIBAT PELANGGARAN IZIN PENERBANGAN
1. Membuat pandangan negatif terhadap maskapai yang melakukan pelanggaran
2. Membuat Penumpang dari dalam dan luar negri terancam meninggalkan maskapai penerbangan yang bersangkutan
3. Pengawasan ketat pemerintah terhadap maskapai-maskapai penerbangan yang ada
4. Membuat negara lain melecehkan tentang pelayanan transportasi yang diberikan Indonesia, terutama transportasi udara.

PENYEBAB TERJADINYA PELANGGARAN
1. Kurang ketatnya pengawasan pemerintah terhadap maskapai penerbangan yang ada
2. Kurang tertibnya pemerintah dalam melakukan audit dan pengecekan penerbangan yang ada di Indonesia
3. Sanksi yang diberikan pemerintah kurang begitu tegas
4. Kurangnya komunikasi antara maskapai yang berada di Indonesia dengan maskapai penerbangan yang berada di luar Indonesia

HAL YANG HARUS DIBENAHI
1. Keteraturan dalam melakukan audit dan pengecekan penerbangan di Indonesia
2. Memberikan sanksi yang setimpal atau lebih tegas kepada maskapai yang melanggar
3. Memperketat pengawasan terhadap layanan transportasi Indonesia, tidak hanya transportasi udara tapi juga transportasi lainnya
4. Membuat standarisasi kualitas layanan penerbangan
5. Pemerintah harus menerapkan peraturan paling ketat, tegas dan keras dalam hal kebijakan di bidang transportasi

Refrensi : 
http://www.dberita.com
http://www.kompas.com
http://www.jawapos.com

Jumat, 09 Januari 2015

Dampak Globalisasi Pada Bidang Sosial Budaya


Selamat datang di blog saya. Kali ini saya membuat artikel tentang Bagaimana cara Menanggapi Dampak Globalisasi di Indonesia pada bidang Sosial Budaya. Sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit tentang Globalisasi. Apa itu Globalisasi? Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.

Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya.

Globalisasi adalah suatu kata yang mungkin paling banyak dibicarakan orang dalam waktu lima tahun terakhir ini dengan pemaknaan yang beragam. Namun, apa yang dipahami sebagai istilah globalisasi akhirnya membawa kesadaran bagi semua lapisan masyarakat yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan begitu saja. Dunia dipandang sebagai satu kesatuan dimana semua manusia di muka bumi ini terhubung satu sama lain.

Pada dasarnya, arus globalisasi berlangsung dengan sangat cepat dan melanda semua negara di dunia dalam waktu dan periode yang bersamaan. Globalisasi sendiri bersifat multidimensional, dengan proses kompleks yang mempengaruhi intelektual, emosional, sosial, politik, ekonomi, dan dimensi budaya di seluruh dunia. Kecenderungannya di bidang ekonomi, komunikasi berteknologi tinggi, kegiatan sosial, politik serta kemanusiaan yang menjadi semakin bertambah dalam kancah internasional baik dalam jangkauan maupun peran (Muhi, 2011). Karena globalisasi mencakup semua segi kehidupan manusia maka dampaknya juga dirasakan oleh semua orang. Sebuah peristiwa kebanyakan akan membawa dampak positif maupun negatif. Seperti halnya peristiwa-peristiwa pada umumnya, globalisasi juga membawa dampak positif dan negatif.
  
Dampak Positif dan Negatif Globalisasi
Bidang Sosial Budaya

Dampak Positif :
·         Menjunjung tinggi pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM).
·         Mengadakan pertukaran pelajar antar negara.
·         Adanya rasa solidaritas sosial yang tinggi antarbangsa di berbagai negara.
·         Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran.
·         Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.
·         Meningkatkan pemelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
·   Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainnya.


Dampak Negatif :
·         Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD atau DVD.
·         Rasa kekeluargaan yang akan berkurang dengan adanya jiwa individualis.
·         Kesenjangan sosial semakin tajam.
·         Budaya-budaya tradisional kita akan tergeser oleh budaya negara lain.
·         Erosi nilai-nilai budaya.
·         Terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.
·         Mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa.
·         Membuat sikap menutup diri dan berpikir sempit.
·         Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat.
·         Lenyapnya identitas kultural nasional dan lokal.
·         Kehilangan arah sebagai bangsa yang memiliki jati diri.
·         Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme.
·         Cenderung pragmatisme dan maunya serba instant.
·         Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi, maupun    media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
·         Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial.

Sebenarnya, kita tidak perlu khawatir dalam menghadapi globalisasi karena dampak globalisasi yang tidak diinginkan dapat dicegah dan diatasi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak negatif globalisasi adalah bersikap waspada dan selektif terhadap segala macam arus globalisasi tersebut. Sikap selektif dapat diartikan sebagai sikap untuk memiliki dan menentukan alternatif yang terbaik bagi kehidupan diri, lingkungan masyarakat, bangsa, dan negara melalui proses yang berhati-hati, rasional, dan normatif terhadap segala macam pengaruh luar sehingga apa yang telah menjadi pilihan dapat diterima oleh semua pihak dengan penuh tanggung jawab.

Untuk mengatasi globalisasi juga dapat dilakukan dengan menumbuhkan kembali rasa nasionalisme bangsa agar masyarakat dapat mencintai negaranya. Langkah-langkah dapat dilakukan antara lain yaitu:

·         Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
·         Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
·         Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama.
·         Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya dan seadil-adilnya.
·         Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Sumber :
https://metaluwitasari.wordpress.com/2013/04/03/langkah-tepat-menghadapi-globalisasi/