Seperti biasa mereka atau biasa disebut blackdroid sedang rajin rajinnya berolah raga. Biasanya mereka selalu menyisihkan waktu untuk berenang ataupun bermain bulutangkis. Hari jumat, tepatnya pulang sekolah mereka mem-booking lapangan bulutangkis untuk malam hari pukul 20.00 WIB. Waktu yang ditunggu pun telah tiba. mereka pun bermain hingga larut malam yaitu dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Selesai bermain mereka meluruskan kaki sambil tertawa bercanda ria. Tak disangka waktu sudah menunjukan pukul 24.00 WIB mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
Keesokan
harinya tepatnya hari Sabtu kami seharusnya berenang, karena hari sabtu
tepatnya pukul 07.00 WIB adalah waktu yang paling tepat untuk berenang karena
cuaca masih cerah dan tidak sepanas siang hari. Tapi 09.00 WIB om Paskal
menelpon Paskal, Paskal pun menjawab “Hallo om ada apa?” om Paskal tidak ikut
berenang karena Paskal harus membantu tantenya yang akan pindah rumah ke
Perumahan Wisma Jaya. Paskal merasa tidak enak karena dia selalu berenang pada
hari Sabtu tersebut. Pukul Paskal membalas “Kamu bisa kerumah om gak jam 10.00
WIB? Bantu om packing barang barang soalnya barangnya banyak sekali. Kan akan
lebih mudah bila dikerjakan ramai-ramai” Paskal menjawab “Siap deh nanti saya
kesana.” Om Paskal membalas “Sip deh makasih yah”. Paskal menjawab “Sama-sama
Om hehehe”.
Waktu
menunjukan pukul 10.00 WIB Paskal bersama saudaranya atau sebut saja Roland Langsung
berangkat menuju Kemang Pratama 3. Mereka tidak lupa membawa obeng, palu, tang,
serta perkakas lainnya yang nantinya akan digunakan untuk membongkar peralatan
rumah seperti lemari, kasur, meja makan, pokoknya banyak deh. Sesampainya
disana Paskal bersama saudaranya Roland membantu Om nya serta 4 orang tukang
yang disewa om Paskal seharga Rp 150.000,-/hari. Dimulai dari barang yang
paling berat dan besar yaitu lemari pakaian. Lemari ini sangatlah besar,
besarnya melebihi dua orang pemain sumo dan tingginya melebihi 2 orang yang
saling bergendongan. Mereka pun kewalahan. Tak terasa waktu sudah menunjukan
pukul 12.00 WIB Paskal pun disuruh om nya beli makanan di rumah makan padang khas Minang
di depan perumahan Kemang Pratama 3. Ia nyalakan mesinnya, Ia masukan giginya
dan ia gas motornya. Sesampainya di Rumah Makan Padang khas Minang Paskal pun
terkejut ternyata Paskal lupa membawa uang yang barusan om nya berikan kepada
Paskal. Paskal pun kembali dengan muka lemas dan dekil.
Paskal lemas karena
jarak dari Rumah om nya ke Rumah Makan Padang khas Minang jaraknya lumayan
jauh. Jaraknya bisa disamakan seperti jarak dari Bekasi-Bandung dibagi jarang
Bandung-Bekasi lalu dikalikan 1 Km. Sesampainya dirumah om nya terkejut
“Paskal? Mana makanannya? Kok gak ada sih?” Paskal menjawab dengan muka
kecapean “Aku lupa bawa uang om. Uangnya ada dicelana hehehe”. “Ye kamu yaudah
ambil sana uangnya cepetan yah belinya biar kita sampai Perumahan Wisma Jaya tidak
larut malam”, ujar om Paskal. Apa boleh buat Paskal pun kembali ke Rumah Makan
Padang khas Minang dengan muka manis dan penuh Pesona. Ternyata oh ternyata
penjualnya adalah seorang bidadari dari negeri ketujuh. Alangkah manisnya
mukanya, semanis Martabak Alim rasa Keju kacang. Lalu Paskal pun memesan “Mba
cantik pesan Nasi Padang nya dong 8 bungkus, yang 3 pake Ayam bakar tapi
ayamnya pilihin yang bagus yah mba nah yang 2 pake Ikan Bakar tapi ikannya
jangan dibakar lama lama yah mba kasian entar, nah sisanya pake rendang tapi
jangan pedes yah mba”. Mba yang menjualnya pun menjawab “Iya mas, ada lagi? L”.
“udah itu aja mba segitu juga udah banyak mba tapi gak sebanyak cintaku buat
mba. Hehehe J”. Ujar Paskal genit.
Oke
makanan pun sudah dibeli. Paskal nyalakan mesin motor, Ia masukan gigi, dan Ia
gas menuju rumah om nya karena Paskal tau mereka pasti menunggu kehadiran
Paskal. Sesampainya di rumah om nya Paskal Mereka pun makan dengan lahap karena
mereka semua sangat capek,lelah,letih dan lesu. Waktu menunjukan pukul 13.30
WIB mereka langsung melanjutkan packing barang karena target kami jam 16.00 WIB
Mereka harus meninggalkan Kemang Pratama 3 dan menuju Perumahan Wisma Jaya.
mereka mengarahkan seluruh kekuatan mereka agar cepat selesai. Jam 15.30 WIB
Paskal disuruh om nya mencari Truk untuk memuat barang-barang yang akan dibawa
nantinya menuju Perumahan Wisma Jaya. Paskal pun mencarinya dengan sangat
teliti, akhirnya dia mendapatkan truk itu. Om paskal memberitahukan kepada
Paskal agar mencari truk yang besar dan harganya tidak lebih dari Rp 600.000,-.
Paskal pun mendapatkan truk yang diacari om nya. Dengan bahasa yang sopan dan
lemah lembut, Paskal merayu supir truk itu dan berhasil menawar hingga Rp
550.000,- dari harga yang ditawarkan supir itu sebesar Rp 570.000,-. Lumayan
berkurang Rp 20.000,- , ujar Paskal dalam hati.
Paskal
pun kembali ke rumah om nya bersama truk yang dipesan om nya. Sesampainya di
rumah om nya Paskal. Mereka semua pelan-pelan mulai memasukan barang ke dalam truk
tersebut. Satu persatu pun barang sudah masuk kedalam truk. Tak disangka
ternyata truk tersebut tidak cukup untuk memasukan semua barang yang ada di
rumah om Paskal. Paskal pun dengan bergegas mencari mobil pick up tambahan
untuk mengangkut barang barang yang belum diangkut. Jujur saya Paskal merasa
sangat lelah sekali karena barang barang yang dimiliki om nya bisa dibilang
barang yang cukup mahal sehingga materialnya sangat berat dan kokoh sehingga
meraka harus mengerahkan tenaga penuh
untuk mengangkut semua barang yang dimiliki om nya. Tuhan memang adil,
tak jauh dari rumah om saya ada mobil pick up yang bisa disewakan. Langsung
saja Paskal menyewa pick up itu seharga Rp 300.000,- dan mereka pun segera
bergegas kerumah om nya paskal untuk memasukan barang yang dibelum di masukan
kedalam truk. Paskal berkata “ om buruan yuk pick up nya udah ada nih, biar
capenya sekalian jangan kerja setengah setengah” om Paskal menjawab “ jujur om
capek banget kita istirahat sebentar karena terus terang kita semua disini
capek” Ujar om Paskal dengan muka yang lelah dan tidak bersemangat.
Mereka pun
selesai istirahat dan pelan pelan kami memasukan barang barang ke dalam mobil
pick up yang barusan Paskal sewa. Target Mereka jam 16.00 WIB sudah
meninggalkan Kemang Pratama dan menuju Perumahan Wisma Jaya. Namun apa mau
dikata karena mereka semua kelelahan waktu pun terulur dan pada pukul 17.00 WIB
mereka baru meninggalkan Kemang Pratama dan Menuju Wisma Jaya Bekasi. Kesialan
Paskal pun dimulai, pick up yang dinaiki paskal bersama 2 orang tukang kena
tilang DISHUB (Dinas Perhubungan). DISHUB meminta bayar Rp 300.000,- karena
Paskal bersama rombongannya membawa barang banyak diluar jalur yang ditentukan
oleh pemerintah kota Bekasi. Mereka tidak ada yang membawa uang terpaksa saya
mengeluarkan uang dan membujuk DISHUB tersebut dan membayar sebesar Rp
100.000,- sebagai uang damai. Maklum indonesia negara yang gampang dibujuk
dengan uang karena di Indonesia berlaku pepatah “UANG MEMERINTAH DUNIA” orang
orang indonesia beranggapan bahwa dengan uang mereka bisa melakukan apa yang
mereka inginkan.
Sesampainya di Perumahan Wisma Jaya Mereka pun menurunkan
baran dengan perlahan dan selesai pukul 20.00 WIB. Mereka semua bubar dan pulan
kerumah masing masing untuk kembali bersama keluarga masing masing. Paskal
terlihat sangat kelelahan dan letih mukanya yang hancur tambah hancur L.
Paskal pun pulang kerumah dan harus segera istirahat karena besok pagi pukul
06.00 WIB Paskal sekeluarga harus pergi ke Gereja. Sesampainya dirumah Paskal
bergegas mandi lalu makan dan segera naik ke tempat tidur yang empuk untuk
tidur di kasur yang spreinya bergambar naruto serta dilengkapi 2 buah bantal
dan guling
Alarm
pun berbunyi tepatnya pukul 05.00 WIB Paskal bangun dengan muka yang masih
ngantuk dan capek. Paskal terlihat sangat kelelahan sekali sampai sampai Paskal
sempat menabrak pintu Kamar mandi. Selesai mandi Paskal mengganjel perutnya
dengan roti dan segelas teh manis hangat. Jam 05.30 WIB orang tua Paskal sudah
jalan terlebih dahulu menuju Gereja. Terlihat sekali Paskal masih ngantuk dan
pukul 05.45 WIB Paskal meninggalkan rumahnya dan pergi menuju Gereja naik motor
Supra X 125 dengan bensin yang terisi penuh. Tak disangka dijalan Paskal
Tertidur dan ketika membuka matanya “JEBRETTTTTT” Paskal menabrak tukang Becak
yang baru saya menyebrang di jalan baru. Tukang becak itu membawa penumpang ibu
ibu yang hendak pergi berjualan di pasar. Dagangannya berserakan dijalan, Becak
pun hancur, serta Motor Paskal pun rusak parah. Para warga membantu
meminggirkan Paskal beserta para korban lainnya ke pingir jalan agar tidak
mengganggu pengguna jalan yang lainnya. Ketika sampai di pinggir jalan Paskal
terkejut, Ternyata ibu tersebut berdarah di bagian kepala dan sebagian
kerudungnya dibasahi oleh darah. Paskal dengan panik menyuruh orang lain
mengantarkan ke rumah sakit terdekat untuk diobati dengan cepat agar tidak
terjadi hal yang tidak diinginkan. Paskal pun panik dan segera menelpon orang
tuanya “Mah, Paskal tabrakan dijalan baru. Bisa kejalan baru sekarang gak?”.
Ibu Paskal shock dan segera menutup telpon dan menuju ke TKP (Tempat Kejadian
Perkara).
Sesampainya orang tua paskal di TKP, Paskal dengan muka pucat
ketakutan menceritakan kejadian sebenarnya kepada Orang tuanya. Lalu Paskal
dibawa kerumah sakit oleh orang tuanya karena Tangan Paskal Lecet dan pundaknya
berdarah. Para Korban ikut ke rumah sakit dan pelan pelan Orang Tua Paskal
menyelesaikan masalah ini. Sesampainya di rumah sakit Ibu yang tadi menjadi
korban kecelakaan masih berada diruang UGD (Unit Gawat Darurat) terlihat sekali
muka orang tua Paskal yang panik serta penuh kekhawatiran. Paskal langsung
dibawa ke UGD dan dibersihkan lukanya serta disuntikan anti Tetanus supaya
tidak terinfeksi. Tuhan memang adil ternyata ibu yang menjadi korban tabrakan
tidak apa apa. Orang tua paskal pun membayar kerugian kepada tukang becak
seharga Rp 100.000,- karena becaknya rusak. Tidak hanya itu ibu yang menjadi
korban tadi juga minta ganti rugi. Ia minta dagangannya yang hancur dibayar,
serta biaya pengobatan dirumah sakit sampai dia sembuh. Total yang harus
dibayar orang tua Paskal kepada ibu itu seharga Rp 300.000,- untuk dagangannya
dan biaya rumah sakit Sebesar Rp 650.000,-.
Paskal merasa sangat bersalah
kepada Ibu itu dan kedua orang tua Paskal. Masalah pun selesai. Paskal
sekeluarga kembali kerumah dan terlihat Paskal sangat sedih dan dengan perasaan
bersalah Paskal pun minta maaf kepada kedua orang tuanya “ Mah, Pah Paskal
minta maaf seharusnya Paskal gak Maksain pergi Gereja kalau Paskal masih
ngantuk”. Orang tua Paskal menjawab “Oke, jangan diulang lagi yah nak, yang
penting kamu selamat dan anggap aja uang untuk ganti rugi korban tadi itu uang
sial dipagi hari yang sial ini”. Paskal pun bersantai diruang tamu sambil
menonton tv. Tapi terlihat sekali Paskal seperti banyak pikiran sehingga
membuat mukanya terlihat sedih dan menyesal sekali. Orang tua paskal menyuruh
paskal untuk beristirahat karena orang tua paskal tau kalau Paskal kurang tidur
dan harus banyak istirahat. Paskal pun minut obat dan menuju ke kamar.
Sesampainya di kamar Paskal merenungkan apa yang terjadi pagi hari tadi. Paskal
mengambil Hikmah dari kejadian ini dan berdoa berterima kasih kepada Tuhan Yang
Maha Esa karena Paskal masih di berikan nafas kehidupan oleh Tuhan sang
Pencipta. Paskal mendapat pengalaman berharga dalam hidupnya dan sekaligus
Paskal merasakan Pahitnya Berkenalan dengan Aspal serta menjadikan Pengalaman
berharga ini sebagai titik pacu dalam kehidupannya selanjutnya bahwa dimasa
depan kehidupan akan lebih sulit. Sebagai laki laki harus kuat dan bertanggung
jawab serta kita harus memperhitungkan keberuntungan kita.
“KEBERUNTUNGAN ADALAH DISAAT KESEMPATAN
DAN KESIAPAN ITU BERTEMU” Paskalius
